Qurban Super Barokah (QSB)

Qurban Super Barokah (QSB)
PZU Kantor Layanan Subang Menerima Titipan Hewan/Saham Qurban

Minggu, 02 Februari 2020

Cinta Rasul Sepenuh Hati Tanpa Tapi

Cerdas, bijaksana, berakhlak mulia. Dialah Muhammad saw. Rasul akhir zaman, pemberi peringatan, suri tauladan terbaik bagi umat manusia. Pembawa risalah penyempurna atas nabi-nabi yang terdahulu.

Dialah kekasih Allah, manusia yang terjaga dari kesalahan, sosok pribadi sempurna, figur terbaik yang pernah ada di dunia. Ia di kagumi, dicintai, sekaligus diikuti oleh umatnya yang beriman. Tidak heran apabila orang barat sendiri mengakui bahwa beliau merupakan tokoh yang paling berpengaruh di dunia. (Michael Hart, 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia).

Rasulullah sangat mencintai umatnya, itu tercermin bahkan di saat-saat akhir hayatnya ia masih sempat mengucapkan umati….umati…(umatku…umatku…). Sesaat sebelumnya, beliau juga sempat bercakap-cakap dengan malaikat Jibril yang hendak mencabut nyawanya:“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara yang sangat lemah. Jibril pun menjawab “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,”

Namun hal itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, sorot matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” Tanya Jibril lagi.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” Tanya Rasul. “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya,” Jawab Malaikat Jibril.

Subhanallah, betapa cintanya Muhammad kepada kita, sampai-sampai menjelang akhir hayatnya pun masih memikirkan umatnya. Meskipun begitu, memang tidak semua orang menyukainya.Ada juga orang-orang yang membencinya. Itulah kaum kafir yang tidak mau menerima kebenaran Islam. Yang mungkin telah dibutakan mata dan hatinya.

Ketika awal-awal dakwah beliau di Makkah, orang-orang kafir Quraysi juga sangat membenci Rasulullah Saw, bukan karena pola sikapnya, namun karena agamanya, karena ideologinya.

Mereka tidak rela agama nenek moyangnya diganti dengan Islam. Berbagai halangan, rintangan, tuduhan miring, bahkan sampai percobaan pembunuhan pernah dilakukan oleh mereka (kafir Quraysi) dalam merintangi dakwah Islam. Merekalah musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya.

Allah SWT berfirman: “Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.” (QS Al Furqaan: 31).

 Dan kini, setelah beliau wafat pun, kedengkian orang-orang kafir itu tidak ada habisnya. Bahkan hingga kini.

Namun hal itu tidaklah mampu melunturkan kemuliaan sosok Muhammad SAW. Ia tetaplah sang kekasih Allah, suri tauladan terbaik bagi manusia. Kita sangat mencintainya, melebihi cinta pada diri ini. Apapun bisa kita perbuat demi Allah dan Rasul-Nya.

Balasan Amal Shaleh

Pusat Zakat Umat (PZU) menjembatani umat untuk lebih banyak beramal jariyah.


Nilai kebaikan diukur melalui amal shaleh. Amal shaleh merupakan implikasi dari keimanan seseorang. Amal shaleh memiliki tempat yang mulia dalam ajaran Islam. Karena itu, Islam memberikan balasan kebajikan untuk orang-orang yang istikamah dalam beramal shaleh.

Di antara balasan yang dijanjikan Allah SWT itu adalah, pertama, diberi pahala yang besar. ”Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS al-Maidah [5]: 9).
Kedua, diberi kehidupan yang layak.
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS an-Nahl [16]: 97).

Ketiga, diberi tambahan petunjuk. “Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.” (QS Maryam [19]: 76).

Keempat, dihapuskan dosa-dosanya. “Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (QS al-Ankabut [29]: 7).

Kelima, dimuliakan hidupnya. “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS al-Isra’ [17]: 70).

Keenam, dijauhkan dari kegagalan. ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS al-Ashr [103]: 1-3).

Untuk itu, hanya amal shaleh yang berasal dari keimanan kepada Allah SWT, keyakinan akan keadilan-Nya, dan hanya berharap akan rahmat-Nya yang akan membawa manfaat dalam kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Wallahu a’lam.



Jumat, 28 September 2018

PZU PRAY FOR SULAWESI

PZU Kantor Layanan Subang Peduli Kemanusiaan Siap Galang Dana untuk Musibah Gempa dan Tsunami di Sulawesi

Selasa, 28 Agustus 2018

Santri Pesantren Persis 51 Galang Dana Peduli Lombok

Penyerahan dana Peduli Lombok Santri Pesantren Persis 51 Pamanukan, 26 Agustus 2018.
Pamanukan,



Rabu, 09 Mei 2018

Dirjen Bimas Islam: Apresiasi Kerja LAZ Persis Pusat Zakat Umat.


Bandung – persis.or.id, Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat  (Dirjen Bimas) Islam Prof. H Muhammadiyah Amin mewakili Menteri Agama Lukman Hakim membuka Seminar Nasional Bimbingan Teknis dan Perzakatan dengan tema “Dismenisasi dan Sosialisasi Peraturan dan Kebijakan Persatuan Islam tentang Pengelolaan Perzakatan di Indonesia pada Sabtu-Ahad 5-6 Mei 2018 di Hotel Antik Soreang Kab Bandung.
Hadir pada acara pembukaan seminar ini Sekretaris Umum PP Persis KH Haris Muslim Lc MA, Ketua Bidang Maaliyah PP Persis Dr. H Uyun Kamiludin, Ketua Bidang Garapan (Bidgar) Zakat PP Persis Dr H Ahmad Hasan Ridwan dan sekitar 200 peserta dari para ketua bidang garapan zakat PW Persis seluruh Indonesia, ketua bidgar zakat PD Persis se Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten serta ketua bidgar zakat PC Persis seluruh Jawa Barat.
Dalam sambutannya Dirjen Bimas Islam Prof Muhammadiyah Amin mengatakan perkembangan zakat di negeri kita menunujukan angka yang terbaik karena dibantu oleh lembaga-lembaga amil zakat tidak terkecuali Lembaga Amil Zakat Persatuan Islam Pusat Zakat Umat.
Lebih lanjut kata dirjen, saya sangat mengapresiasi yang tinggi berkat kinerja kerja LAZ Persis PZU dan ini  bisa dijadikan contoh kepada lembaga amil zakat atau ormas lainnya.
Amin juga menambahkan LAZ Persatuan Islam termasuk dalam 20 besar lembaga amil zakat yang sudah memndapatkan Sirat Keputusan yang  ditandatangani oleh Bapak Mantri Agama Lukman Hakim, ujarnya.
Sementara Direktur Pusat Zakat Umat yang juga ketua panitia seminar ini Dr. H Ahmad Hasan Ridwan Menyampaikan background dari seminar ini adalah bertujuan untuk para pengelola zakat yang ada di bawah Pusat Zakat Umat dapat mengetahui pedoman perzakatan dan dapat mensosialisasikan pengisian format laporan pengisian zakat Persatuan Islam serta dapat mensosialisasikan program Pusat zakat Umat kepad jamaah Persatuan Islam diseluruh Indonesia.
Disela pembukaan Seminar Nasional ini  PP Persis mengapresiasi terhadap bidgar perzakatan yang melaporkan zakat fitrah pada tahun 2017 dengan kategori yang tepat waktu, sesua format laporan dan melaporkan dengan benar, yang kali ini diberikan kepada PD Persis Kab Bandung dan PD Persis Kab Cianjur. (/HL)

sumber : http://persis.or.id/buka-seminar-nasional-zakat-dirjen-bimas-islam-apresiasi-kerja-laz-persis-pusat-zakat-umat

Selasa, 05 September 2017

AMALAN RUTIN

AMALAN RUTIN
Shodaqoh yang rutin itu amat dicintai Allah. Tidak perlu terbebani dengan besar atau kecilnya. Kuncinya hanya ihklas. Memang berat untuk menjaga keistiqomahan dalam kebaikan. Namun, melalui program SEHATI, shodaqoh rutin kita akan dimudahkan. Insyaallah, kami bantu dan mudahkan amalan rutin Anda.
Kami buka seluas-luasnya peluang berinfaq sebagai bentuk kontribusi dalam kebaikan serta sebagai upaya peningkatan kualitas diri. Bagi yang hendak menitipkan zakat, infaq, dan shodaqoh, bisa hubungi layanan jemput melalui nomor telepon 022. 4217436 / Hp. 0811.2222.501 / 0813.222.555.23,
#pzu #persis #lazpersis #pzubangkit #pzusukses #ayoberzakat#ayoberinfaq #ayobersedekah #sehati #amalanrutin #qsb#qurbanforumat #zakat #infaq #shodaqoh #umat #ilmu #ikhlas#pusatzakatumat #persatuanislam #bandung #bdgjuara #jabarkahiji#jawabarat #indonesia

Selasa, 03 September 2013

Proposal Khitanan Massal





Proposal Khitanan Massal
Tahun 2013








KANTOR UNIT PAGADEN
Jln. Stasiun No. 125 (Blk. SMPN 1 Pagaden) Kec. Pagaden 41252 Subang
Call Center : 085 224 033 791 Email : pzupagadensubang@yahoo.com
Http:// pzupagadensubang.blogspot.com

Minggu, 07 Juli 2013

Ki Bagus Hadikusumo Ulama Perumus UUD 1945

muhammadiyah.or.id
Ki Bagus Hadikusumo diusulkan sebagai pahlawan nasional.
Ki Bagus Hadikusumo diusulkan sebagai pahlawan nasional.
Lebih dari seabad Muhammadiyah eksis di tengah umat Islam Indonesia. Tentu banyak tokoh cendekiawan Muslim yang dilahirkan oleh organisasi Muslim sebesar Muhammadiyah.

SEDEKAH DIBULAN RAMADHAN

( RAMADHAN )  - Shadaqah di bulan Ramadhan lebih utama dibandingkan di luar Ramadhan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya dengan bulan muwasah/saling tolong menolong. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat dermawan di bulan Ramadhan, tepatnya ketika malaikat Jibril menemuinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan terhadap hartanya daripada angin yang berhembus.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

“Barang siapa memberi buka puasa pada orang yang berpuasa maka baginya semisal pahala mereka tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala mereka.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Darimi. Hadits ini dishohihkan oleh Al-Albani)

Hadits ini menunjukkan keutamaan shadaqah di bulan Ramadhan, terlebih lagi bulan Ramadhan adalah bulan puasa. Orang-orang yang kekurangan ditimpa rasa lapar dan haus, namun di tangannya hanya ada sedikit harta. Sehingga ketika ada orang yang mendermakan hartanya kepada mereka pada bulan tersebut, mereka mendapatkan bantuan untuk menaati Allah ta’ala di bulan tersebut.

Ketaatan yang dilakukan pada waktu atau tempat yang memiliki keutamaan menyebabkan amalan tersebut berlipat-lipat. Oleh sebab itu pahala amalan menjadi berlipat-lipat disebabkan kemuliaan suatu waktu sebagaimana juga berlipat-lipat karena kemuliaan suatu tempat.

Seperti shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Shalat di masjidil haram senilai dengan 100.000 shalat di masjid lainnya dan shalat di Masjid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah senilai dengan 1000 kali shalat di masjid yang lainnya. Hal ini disebabkan karena kemuliaan suatu tempat. Maka demikian juga, kemuliaan suatu waktu menyebabkan amalan-amalan kebaikan yang dikerjakan di dalamnya menjadi berlipat-lipat. Sedangkan waktu yang paling besar kemuliaannya adalah bulan Ramadhan. Allah menjadikannya sebagai ajang bagi hamba-Nya untuk melakukan kebaikan, ketaatan serta untuk menaikkan derajat.

Fakta Medis pada Sembelihan


Dalam menyembelih hewan, Islam mengajarkan proses penyembelihan berlangsung dengan cepat dan tidak menyakitkan.
Dalam menyembelih hewan, Islam mengajarkan proses penyembelihan berlangsung dengan cepat dan tidak menyakitkan.
Oleh Nasih Nashrullah

Alhikmatu dhalatul mu'min, hikmah itu pada hakikatnya ada di tiap lini kehidupan manusia, tak terkecuali dalam tata cara penyembelihan hewan. Menurut Staf Khusus Bidang Efisiensi Pembangunan Pertanian Kementerian Pertanian Dr Hasim Danuri DEA, perlakuan baik saat menyembelih, ihsan adz-dzabh, manfaatnya akan kembali kepada kesehatan manusia itu sendiri.

Tenaga Ahli LPPOM MUI ini mencontohkan, berkaitan dengan tuntunan agar darah dari hewan tersebut mesti dikeluarkan, iraqat ad dam. Maka saat penyembelihan, penting memastikan bahwa darah telah keluar dengan sempurna dan proses tersebut tidak terlewatkan. Ia mengutip Surah al-Maidah ayat ketiga dan al-An'am ayat 145. 

jadwal waktu shalat romadhon untuk wilayah kab. Subang dan sekitarnya


Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api

Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api (HR. Tirmidzi)

Mualaf Amerika Serikat Aktif Berdakwah

Ada banyak kisah dibalik keputusan keturunan Hispanik menjadi Muslim. Melalui merekalah, kini Islam begitu dekat  dengan komunitas Hispanik di AS.

Isabela Duarte misalnya, ia menetap di AS sejak usia tujuh tahun. Ia seorang imigran gelap sehingga sulit melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Seperti orang tuanya, Isabela akhirnya bekerja selepas lulus SMA.

Pengajian Ahad Persis Subang dan Pelantikan PC Persis, Ahad, 07 Juli 2013 di Mesjid Aggung Subang










Perjalanan Karier Pemain Spanyol Beragama Islam

Perjalanan Karier Pemain Spanyol Beragama Islam

Senin, 08 Juli 2013,
Nayim
Nayim
REPUBLIKA.CO.ID, Liga Primer Inggris mengalami perubahan wajah selama 20 tahun terakhir. Sejak Liga Primer Inggris dimulai pada 1992, terdapat satu fenomena mencolok yang berbeda antara dulu dan kini. Pemandangan kasat mata itu terkait kehadiran pemain muslim di Liga Primer Inggris.
Dikutip BBC, Senin (8/7), pada awalnya kompetisi di negeri Ratu Elizabeth itu hanya dihuni satu pemain muslim, yaitu Nayim. Pemain berposisi sebagai gelandang ini membela Tottenham Hotspur dan berkebangsaan Spanyol.
Jumlah itu sangat kontras dibandingkan sekarang yang mencapai 40 pemain muslim. Kalau dikalkulasi, pemain muslim bisa membentuk tiga tim tersendiri.
Diantara berbagai nama pemain muslim itu yang mencolok adalah Edin Dzeko, Samir Nasri, dan Yaya Toure yang memperkuat Manchester City. Selain itu, ada Papiss Cisse dan Hatem Ben Arfa (Newcastle United), Kolo Toure (Liverpool), Bacary Sagna (Arsenal), Younes Kaboul (Tottenham Hotspur), Marouane Fellaini (Everton), dan Mahamadou Diarra (Fulham).
Melihat perkembangan pemain muslim berkarier di Liga Primer Inggris, tentu jasa Nayim tidak bisa diabaikan. Mantan pemain Barcelona ini merupakan pioner yang membukakan jalan bagi pemain muslim lain hingga bisa memberi warna sepak bola Inggris. Meski begitu, pecinta sepak bola masih merasa asing dengan sepak terjangnya.
Nayim memiliki nama asli Mohammed Ali Amar, dan dilahirkan di Ceuta, Spanyol pada 5 November 1966. Ia merupakan produk akademi Blaugrana pada 1979-1985. Setelah merintis karier memperkuat Barcelona B (1985/87), ia ditarik memperkuat skuat utama, musim berikutnya.
Hanya bermain sebanyak tujuh kali, Nayim hanya bertahan semusim. Meski begitu, ia sukses mempersembahkan Piala Copa del Rey
Pada 1988, ia hijrah memperkuat Spurs selama lima musim (1998/93), dan sukses meraih posisi inti. Pada musim 1990/91, ia menghadirkan trofi Piala FA untuk klubnya. Kemudian, Hayim berlabuh ke Real Zaragoza selama empat musim.
Prestasinya adalah meraih Piala Copa del Rey (1993/94) dan Piala Winners (1994/95). Ia menutup karier profesional dengan bergabung ke Logrones (1997/00).
Uniknya, meski termasuk pesepakbola dengan karier moncer, Hayim yang dikenal sebagai Muslim taat ini tidak pernah memperkuat La Furia Roja. Padahal, ia terus dipanggil untuk menjadi bagian La Furia Rojita. Antara lain, Timnas Spanyol U-18, U-19, U-20, dan U-21. Mengapa kira-kira?